Motorola Malu-malu “Comeback” ke Indonesia

Vendor smartphone Motorola yang di-rebrand sebagai Moto sudah resmi kembali hadir ke pasar Indonesia. Di awal “kelahirannya kembali” di Tanah Air, Moto merilis smartphone Android Moto E3 Power.

Peluncuran Moto E3 Power dilakukan di Jakarta pada Rabu (26/10/2016) lalu. Moto E3 Power dipasarkan di Indonesia oleh Lenovo selaku pemilik Motorola dan brand ponsel Moto setelah mengakuisisi perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

Baca: Resmi, Moto E3 Power Dijual Rp 1,9 Juta di Indonesia

Namun, kembalinya Motorola ke pasar smartphone Indonesia ini masih terkesan setengah hati.

Mundur kembali pada Agustus 2015, petinggi Lenovo, Dillon Ye yang berkunjung ke Indonesia saat itu membeberkan rencana ekspansi Motorola ke Indonesia. Menurut Dillon, Motorola akan diplot masuk ke pasar smartphone kelas menengah ke atas, sementara Lenovo menyasar kelas menengah ke bawah.

Saat itu juga, Dillon menjanjikan comeback Lenovo ke pasar indonesia pada akhir tahun 2015. Ia menjanjikan akan menghadirkan smartphone Nexus 6 sebagai perangkat Motorola pertama yang dihadirkan di Indonesia.

Baca: Desember, Lenovo Boyong Android Motorola ke Indonesia

Namun, rencana comeback tersebut ternyata harus diundur hingga Oktober 2016 ini. Entah apa yang menyebabkan Motorola batal merilis Nexus 6 di Indonesia pada akhir tahun lalu. Yang pasti, di rentang waktu itu, aturan terkait tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) ponsel 4G di Indonesia sedang mengalami banyak perubahan.

Setelah aturan TKDN ponsel 4G ditetapkan oleh pemerintah pada September 2016 lalu, Motorola pun hadir sebulan kemudian, bukan dengan flagship Nexus 6, melainkan smartphone kelas menengah Moto E3 Power.

Moto E3 Power sejatinya adalah ponsel Motorola Moto E3 yang beredar di pasaran global sejak September 2016. Di Indonesia, ponsel tersebut ditambah dengan embel-embel Power, dengan perbedaan kapasitas baterai yang lebih meningkat, dari 2.800 mAh menjadi 3.500 mAh, dan RAM dari 1 GB menjadi 2 GB.

Spesifikasinya lainnya meliputi layar 5 inci dengan resolusi HD (1.280 x 720), kamera utama 8 megapiksel, kamera sekunder 5 megapiksel, prosesor quad-core 64 bit, RAM 2 GB, serta sistem operasi Android 6.0 Marshmallow.

Masih malu-malu?

Kembalinya Motorola ke Indonesia memang telah dinanti-nanti. Fans Motorola era RAZR di Indonesia menunggu kejutan apa yang akan dibuat Motorola di era Android.

Namun penantian itu bisa dibilang berbuah kecewa. Sebab Motorola justru merilis ponsel kelas menengah, bukan ponsel premium sebagaimana yang dijanjikan oleh Dillon Ye.

Soal mengapa Moto E3 Power yang menjadi ponsel perdana yang dipasarkan di Indonesia ini, Country Lead Mobile Business Group Lenovo Indonesia, Adrie R. Suhadi, memberikan alasannya.

“Merger Lenovo dan Moto masih dalam proses. Masih ada portofolio ‘warisan’ yang mesti kita bawa, Moto E3 misalnya. Makanya Moto E3 ini agak overlap dengan Lenovo,” ujar Adrie di sela peluncuran Moto E3 Power.

Baca: Menengok Kembali Ponsel-ponsel Ikonik Motorola

Di pasar global, Motorola telah merilis flagship Moto Z, ponsel modular yang bagian belakangnya bisa dipasangi dengan berbagai aksesori, seperti kamera, speaker, proyektor, dan sebagainya.

Awalnya, banyak yang memprediksi bahwa Moto Z inilah yang bakal dirilis di Indonesia sebagai comeback Motorola, mengingat ponsel tersebut adalah ponsel premium yang bisa membedakannya dari lini Lenovo.

Motorola masih terkesan malu-malu dengan menghadirkan E3 Power, bukan Moto Z, seperti yang diprediksi oleh banyak orang itu.

Tampaknya Motorola masih menghadapi kendala dengan Moto Z. Bisa jadi karena TKDN atau produksi Moto Z yang membutuhkan alat-alat yang lebih canggih bila diproduksi di Indonesia.

Sebagai tambahan, Moto E3 Power memenuhi persyaratan TKDN ponsel 4G 20 persen dengan jalur investasi hardware, dimana Lenovo memproduksi Moto E3 Power di Indonesia lewat pabrik TDK di serang, Banten.

Soal kehadiran ponsel Moto Z ini, 4P Manager MBG Lenovo Indonesia Anvid Erdian sedikit memberikan kisi-kisi.

“Moto Z sih Insya Allah akan hadir di Indonesia. Tunggu saja tanggal mainnya, kami sih ingin secepatnya,” kata Anvid.

Baca: Kapan Android Moto Z Masuk Indonesia?

Tes pasar?

Bisa jadi, langkah Motorola merilis smartphone kelas menengah ini masih berupa tes pasar. Mereka ingin menilai daya serap konsumen terhadap ponsel-ponsel keluaran Moto.

Mengingat Moto akan bersaing dengan nama-nama besar seperti Samsung dan Oppo yang juga bermain di kelas menengah ke atas di Indonesia.

Moto E3 Power pun juga masih dijual secara online. Artinya, calon pembeli hanya bisa menemukannya di situs jual-beli online yang ditunjuk Lenovo, mereka tidak akan menjumpainya di gerai-gerai peritel offline seperti Erafone, Okeshop, atau Global Teleshop.

Baca: Moto E3 Power Hanya Dijual Online di Indonesia

Soal tes pasar ini juga diakui oleh Adrie. Penjualan perdana secara online, menurut Adrie, sekaligus merupakan upaya menguji reaksi pasar terhadap brand Motorola (Moto) setelah beberapa tahun absen dari pasaran Indonesia.

Dia mengaku belum tahu kapan ponsel seri Moto akan dijual lewat gerai-gerai offline di Indonesia.

Yang pasti, jelasnya, apabila portofolio produk Moto sudah lengkap nanti, Lenovo meyakini seri ponsel besutan Motorola itu bakal membantu mendongkrak perolehan bisnis ponsel Lenovo di segmen menengah atas yang selama ini kurang tercakup oleh ponsel Lenovo.

Adrie mengatakan pasaran ponsel high-end di Indonesia masih menyisakan ruang untuk pemain baru.

“Apalagi, sekarang ada beberapa model kelas atas yang tidak bisa masuk, entah karena tersandung kasus atau TKDN. Ini adalah kesempatan Moto untuk masuk,” ujarnya.

Dia masih belum memastikan ponsel Moto seri apa yang akan dijadikan andalan di segmen atas. Namun, di luar Moto E, Motorola memang memiliki beberapa model smartphone Moto yang mengisi segmen pasar berbeda, yakni Moto G di kelas menengah dan Moto Z di kelas premium.

Hati-hati Penipuan Janji WhatsApp Gratis Pakai WiFi

Para pengguna Whatsapp kembali mendapatkan scam dengan janji-janji palsu dimana dikatakan mereka bisa melakukan chatting dengan Whatsapp tanpa internet, alias Gratis.

Dengan mengklik tautan yang dijanjikan yang akan meminta syarat mudah, kirimkan pesan tersebut ke 10 teman dan 5 group Whatsapp.

Bagi pengguna Whatsapp yang tertipu, alih-alih mendapatkan Whatsapp gratis tanpa internet, yang terjadi malah ia dijadikan korban untuk menyebarkan scam ke kontak dan group WhatsApp-nya.

Setelah korbannya mengerjakan apa yang diperintahkan, ibarat kuda penarik kereta yang di depan mulutnya diikatkan wortel, supaya ia tetap berlari namun tidak akan pernah mencapai wortel tersebut.

Korban akan ditipu untuk meng-install apps yang kemungkinan besar menggunakan metode Pay per Install yang akan memberikan keuntungan finansial langsung kepada pembuat scam ini.

Dalam banyak kasus, aplikasi yang di-installkan berpotensi melakukan aktitivas malware.

Scam ini cukup canggih karena memiliki opsi untuk mendeteksi pengakses situs, jika diakses melalui smartphone akan menampilkan pesan scam, namun jika diakses dari komputer biasa akan dialihkan ke google search.

Kemungkinan opsi ini dimunculkan untuk menghindari pesan error pada PC karena coding yang dilakukan tidak kompatibel dengan Whatsapp for PC.

Pesan di WhatsApp ini akan datang dalam bentuk sebagi berikut:
ist
Scam di WhatsApp.

ist
Scam WhatsApp gratis.

Jika di klik dari smartphone, maka ia akan menampilkan pesan untuk share (broadcast) ke 5 group dan 10 kontak Whatsapp.
ist
Gambar 3, Permintaan untuk mengundang 10 teman dan 5 group WhatsApp.
Jika hal tersebut dilakukan, maka korbannya sudah tertipu karena secara otomatis program tersebut akan mengirimkan pesan Whatsapp ke kontak dan group Whatsapp seperti pada kedua gambar di atas.
Jika korbannya memiliki tekad bulat maju terus pantang mundur menyelesaikan misinya meskipun sudah jelas-jelas tertipu telah menjadi korban scam dan melakukan broadcast, dan ia mengklaim hadiah yang dijanjikan.

Setelah mengirimkan 15 pesan dan mengklik tombol hijau [Activate Ultra Wifi], maka ia akan dihantarkan pada layar berikutnya. Bukan akses Whatsapp gratis yang didapatkannya melainkan layar janji surga lainnya dimana ia akan diminta untuk menginstal beberapa aplikasi.

Dan konyolnya lagi, aplikasi-aplikasi tersebut harus di buka selama 2 menit dan tidak boleh di uninstal selama 7 hari.

ist
Gambar 4, Bukan Whatsapp gratis yang didapatkan melainkan persyaratan untuk menginstall 3 aplikasi.

Jika hal tersebut tetap dilakukan, bahaya lain sangat berpotensi mengancam pengguna smartphone tersebut karena aplikasi smartphone sangat rentan disusupi malware dan korbannya bukan mendapatkan Ultra Wifi tetapi mendapatkan Ultra Tipu-tipu atau Ultra Malware.

Apa yang harus dilakukan jika Anda menyebarkan scam?

1. Jika Anda terlanjur percaya dan menyebarkan scam, Vaksincom menyarankan anda untuk segera menghubungi kontak dan group Whatsapp yang anda kirimi dan informasikan untuk tidak mengikuti pesan WhatsApp tersebut.

2. Jika Anda terlanjur menginstal aplikasi seperti gambar 4 di atas, segera uninstal aplikasi tersebut dan scan smartphone anda dengan program antivirus ter-update, seperti G Data Internet Security.

Penulis: Alfons Tanujaya
==========
*Alfons Tanujaya adalah mantan bankir yang merintis karir di dunia IT sejak tahun 1998, tahun 2000 mendirikan PT. Vaksincom dan aktif mendedikasikan waktu untuk memberikan informasi dan edukasi tentang malware dan sekuriti bagi komunitas IT Indonesia.

Orang Indonesia Paling Eksis dan Relijius Sedunia

Membaca berita Orang Indonesia Paling “Menderita” soal Baterai Ponsel , saya jadi tersadar ternyata orang Indonesia benar-benar paling “boros” urusan baterai handphone.

Secara rata-rata global penggunaan baterai ponsel mencapai 21.7 jam; namun di genggaman pengguna Indonesia baterai hanya bertahan di angka 12.8 jam dan yakinlah banyak sekali pengguna handphone yang “lebih menderita” karena sehari bisa charge dua tiga kali bahkan lebih.

Mengutip artikel tersebut, Brasil mencatatkan rata-rata daya hidup baterai selama 17,9 jam, sedangkan AS mencatatkan 18,2 jam. Negara dengan daya hidup baterai terlama adalah Jerman, selama 32,1 jam; Selandia Baru selama 27,7 jam; serta Australia selama 26,7 jam.

Di Indonesia tidak susah melihat para pengguna smartphone menenteng-nenteng baterai gendong alias powerbank. Beberapa teman dari negara lain terheran-heran mendengar kata “powerbank”.

Selain menenteng powerbank, tak sulit menemukan para pengguna smartphone mencari colokan listrik di mall, stasiun, ruang tunggu airport, ruang tunggu dokter, ruang tunggu rumah sakit, ruang tunggu bank; dan tempat lain.

Terlebih jika sudah lewat jam 12 siang, di mana-mana akan terlihat orang berlomba mencari colokan listrik. Tak lupa pertanyaan wajib: “wifi sini password’nya apa?”

Coba kita telisik tren sebagian besar pengguna smartphone di Indonesia. Media sosial? Jelas berderet iconnya terinstall rapi di smartphone masing-masing.

Facebook sepertinya wajib untuk pengguna smartphone, selain Twitter dan Instagram. Kemudian aplikasi percakapan, sebut saja Whatsapp, Line, WeChat, KakaoTalk, Skype, dan tak ketinggalan yang sudah uzur dan mulai ditinggalkan yaitu BBM.

Kemudian aplikasi foto, beserta aplikasi pendukungnya untuk mempercantik diri, memutihkan kulit, menyipitkan mata lebar dan melebarkan mata sipit, melentikkan bulu mata serta melembutkan rambut, meniruskan pipi tembem, atau merampingkan pinggang melar.

Foto makanan sehari minimal tiga kali adalah wajib, sarapan apa, makan siang apa, makan malam apa wajib difoto dan dishare ke Google+, Facebook, Whatsapp Group, Instagram dan Twitter.

Plus kalau di antara itu ada tea time atau coffee time, sudah jelas wajib foto. Apalagi kalau makan siang bersama teman kantor di mall, makan malam sama pacar atau suami/istri atau keluarga, nama resto dan tampak depan resto wajib foto, daftar menu tak boleh tidak difoto. Habis makan juga harus foto bersama.

Di parkiran lihat ada Lamborghini atau Ferrari kudu selfie, walaupun beli supercar seperti itu jelas jauh di awang-awang untuk kebanyakan orang, minimal ada foto selfie lah.

Beberapa saat setelah makan, wajib melototi smartphone untuk mengecek komentar teman-teman dan para followers, membalas komentar, menghitung jempol ‘like’, bila perlu membahas rasa serta resep dengan gaya ahli kuliner ala Bondan ‘Maknyus’ Winarno.

Ke toilet mall yang baru pertama kali masuk juga kudu wajib difoto interiornya, wastafelnya, kacanya, dsb.

Untuk belanjapun tak lupa berbagai aplikasi; ada Lazada, BliBli, Elevania, BukaLapak, Tokopedia, dan entah apa lagi. Untuk bepergian keliling kota dibutuhkan aplikasi Uber, Grab, Gojek. Khusus untuk Gojek malah sudah ada untuk pesan makanan dan minuman, bersih-bersih rumah, pijat dan entah layanan apa lagi.

Untuk berlibur aplikasi yang wajib di’install Garuda, Lion, Sriwijaya, Traveloka, Agoda, Accor, Booking-dot-com, Ctrip, AirAsia, Cathay Pacific. Selalu berburu tiket dan hotel murah dan promo.

Jangan lupa untuk keperluan banking. Semua ada di smartphone BCA, Mandiri, Maybank, OCBC NISP, CIMB Niaga, Danamon, Permata, HSBC, Standard Chartered dan lainnya.

Kemudian supaya tak ketinggalan berita di mana-mana. Ada aplikasi portal berita.

Tidak boleh ketinggalan ikut Group Whatsapp, baik group TK, SD, SMP, SMA dan universitas. Belum lagi group gereja, group masjid, group pengajian, group PKK, group RT- RW, group yoga, group aerobic, group pilates, group fitness, group sepedaan, group motor gede, group golf, group kantor, group departemen kantor, group divisi kantor, group makan siang kantor.

Nah untuk mami-mami (dan ada juga papi-papi), untuk memantau tugas dan PR anak, ikut juga group kelas anak pertama, group kelas anak kedua, group kelas anak ketiga dan seterusnya.

Yang dibahas bukan semata urusan sekolahan anak, di group seperti ini bisa membahas mau sarapan bareng di mana setelah antar anak ke sekolah, janjian fitness bareng, janjian ke salon bareng, janjian manicure-pedicure-creambath bareng.

Ada juga yang hobi ngrasani anak di kelas sebelah, yang bisa berlanjut ke duel jambak-jambakan antara dua mami, satu tidak terima anaknya dirasani, yang satu bertahan nyolot.

Tak berapa lama, foto duel jambak-jambakan akan beredar dari satu group ke group yang lain di sekolah tersebut dan menyebar ke group-group sekolah lain.

Supaya tidak ketinggalan urusan politik, group Facebook dan Whatsapp untuk Pilkada sudah jelas wajib juga. Group lovers dan haters calon gubernur atau kepala daerah tertentu, lovers atau haters partai politik tertentu, kudu juga jadi follower figur-figur ‘wah’ (politisi, kepala daerah, pemusik, penyanyi dan banyak lagi).

Belum lagi urusan game. Berbagai jenis game baik yang offline ataupun online. Jangan lupa streaming untuk yang hobi nonton serial Jepang, Korea, Mandarin, silat, misteri, CI, debat Trump – Hillary, dan masih banyak lagi.

Yang sangat menarik khusus untuk pengguna smartphone di Indonesia adalah: SANGAT RELIJIUS. Aplikasi kitab suci dari agama masing-masing terinstall di smartphone. Renungan harian agama tak ketinggalan, kotbah atau tafsir harian agama juga kudu ada.

Bukan saja agama sendiri, agama lain pun kadang diinstall untuk mencari persamaan, perbedaan, untuk kemudian dibahas, diperdebatkan, didiskusikan di group-group Whatsapp tadi itu.

Jika ada yang menemukan ‘kelemahan’ ayat kitab suci agama lain, dengan serta merta gembira ria memposting screenshot ayat tersebut beserta pembahasannya selayaknya sudah seperti ahli tafsir di group masing-masing.

Overdosis agama

Tak lupa berdoa di Facebook, menyapa Tuhan di Facebook dan Twitter, mengucap syukur kepada Tuhan lewat medsos, curhat kepada Tuhan di medsos, janjian selingkuh sambil berdoa supaya tidak ketahuan di private inbox, dapat kontrak besar lalu mengucap syukur kepada Tuhan sembari screenshot atau foto kontrak diposting di Facebook dan Twitter, kena tipu belanja online juga curhat di Facebook.

Akibat super eksis dan relijius itu, baterai dengan kapasitas berapapun, di tangan pengguna smartphone di Indonesia tidak bakalan bertahan lama.

Google Doodle Hari Ini Peringati Hari Sumpah Pemuda

Halaman utama Google hari ini, Jumat (28/10/2016), tampil beda. Logo Google kali ini dihiasi ilustrasi enam pemuda dan pemudi dari beragam suku di Indonesia, antara lain mengenakan baju adat Jawa, Bali, dan Betawi.

Keenam orang digambarkan sedang membacakan kalimat “Satu Tanah Air”, “Satu Bangsa”, dan “Satu Bahasa” yang muncul bergantian di bagian atas doodle.

Setiap kalimat tersebut merujuk pada ikrar yang diucapkan oleh pemuda dari berbagai suku bangsa Indonesia pada momen Sumpah Pemuda di masa lalu.

Ya, Google Doodle hari ini merupakan persembahan terhadap peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88. Hari Sumpah Pemuda sendiri diikrarkan pada 28 Oktober 1928 silam dan menjadi tonggak berdirinya Indonesia.

Baca: Berkenalan dengan Tukang Gambar Google Doodle

Dilansir KompasTekno dari Wikipedia, Sumpah Pemuda merupakan keputusan yang diambil dalam Kongres Pemuda Kedua. Isinya menegaskan pengakuan dan cita-cita akan adanya tanah air Indonesia, bangsa Indonesia, dan berbahasa Indonesia.

Pada saat terjadinya, ikrar bersama itu belum dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Istilah Sumpah Pemuda justru baru digunakan pasca-kongres selesai. Berikut ini, selengkapnya isi Sumpah Pemuda berdasarkan putusan kongress tersebut.

1. Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia
2. Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia
3. Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

Apple Rilis MacBook Pro Tertipis dengan “Touch Bar”

Apple resmi meluncurkan laptop MacBook Pro generasi terbaru dalam acara bertajuk “Hello Again” di Cupertino, AS, Kamis (27/10/2016) pagi waktu setempat.

MacBook Pro generasi terbaru ini hadir dalam dua varian. Varian pertama memiliki layar 13 inci. Sedangkan varian kedua punya layar yang lebih besar, yakni 15 inci.

Desain dari MacBook Pro generasi baru tersebut tidak jauh berbeda dari sebelumnya, berbahan logam dengan logo Apple di bagian tengahnya. Meski begitu, Apple berhasil merampingkan bodi MacBook Pro tersebut.

Menurut Chief Marketing Apple Phil Schiller, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Apple Insider, Jumat (28/10/2016), laptop baru ini merupakan yang tertipis dari teringan dari seluruh generasi MacBook Pro yang ada.

MacBook Pro 13 inci memiliki ketebalan hanya 14,9 mm atau sekitar 17 persen lebih tipis dari generasi sebelumnya. Secara volume, perangkat tersebut 23 persen lebih kecil dan berbobot 1,5 kg.

Sementara itu, generasi sebelumnya dari MacBook Pro 15 inci memiliki ketebalan 15,5 mm (14 persen lebih tipis) dan volumenya lebih kecil 20 persen dengan bobot 2 kg.

Touch Bar

Apple
MacBook Pro baru dilengkapi Touch Bar
Satu fitur yang menjadi perubahan terbesar dari MacBook Pro ini adalah panel Touch Bar, yang diletakkan di atas keyboard. Panel yang satu ini menggantikan deretan tombol Functions (F) yang biasanya selalu setia menemani keyboard.

Touch Bar sendiri merupakan tombol sentuh yang dilengkapi dengan berbagai fungsi. Bagian ini menghadirkan fungsi akses cepat ke tools yang sering digunakan, seperti mengakses Siri, bookmark browser, memperlihatkan daftar emoji, navigasi, hingga mengedit foto.

Tombol-tombol yang ada di Touch Bar sendiri dapat diatur sesuai keinginan pengguna. Apple mengklaim pengaturan tersebut dapat dilakukan dengan mudah.

Di bagian kanan dari Touch Bar, Apple meletakkan sebuah tombol yang dilapisi safir. Itu merupakan generasi kedua dari sensor pemindai sidik jari Touch ID.

Salah satu fungsi dari Touch ID itu adalah untuk otentikasi pembayaran menggunakan Apple Pay. Cukup taruh jari pengguna di atas Touch ID, otentikasi, dan pembayaran sudah bisa dilakukan.

Tiga pilihan spesifikasi

Ada tiga pilihan spesifikasi yang disediakan oleh Apple. Varian termurah terdiri dari layar 13 inci, prosesor Intel Core i5 2.0 GHz dual-core, RAM 8 GB, dan penyimpanan 256 GB.

Model yang satu itu tidak dilengkapi dengan Touch Bar sehingga harganya juga tidak terlalu tinggi. Ia dibanderol 1.499 dollar AS atau sekitar Rp 19,5 juta.

Varian kedua sudah dilengkapi dengan Touch Bar dan Touch ID. Dengan spesifikasi layar 13 inci, prosesor Intel Core i5 2,9 GHz dual-core, RAM 8 GB, dan media penyimpanan 256 GB, produk ini dijual 1.799 dollar AS atau sekitar Rp 23,5 juta.

Varian terakhir dilengkapi dengan layar 15 inci, Touch Bar, dan Touch ID. Spesifikasinya terdiri dari prosesor Intel Core i7 2,6 GHz quad-core, RAM 16 GB, kartu grafis Radeon Pro 450 2 GB, dan media penyimpanan 256 GB. Ia akan dijual dengan harga 2.399 dollar AS atau sekitar Rp 31,3 juta.

Waktu kehadiran ketiga varian laptop itu bervariasi. MacBook Pro generasi baru dengan harga termurah sudah mulai tersedia hari ini di AS.

Sedangkan dua model berikutnya baru akan hadir dalam dua hingga tiga minggu ke depan. Belum ada kabar kapan ketiganya hadir di Indonesia.

Twitter Bakal Tutup Aplikasi Video Vine

Twitter mengungkap rencananya untuk menutup aplikasi Vine. Penutupan tersebut tidak akan langsung terjadi saat ini, melainkan dalam beberapa bulan mendatang, kemungkinan akhir tahun 2016.

Vine adalah aplikasi berbagi video singkat yang dimiliki oleh Twitter. Perusahaan berlogo burung biru itu mengakuisisi startup Vine pada Oktober 2012. Aplikasi Vine kemudian dikenalkan Twitter mulai Januari 2013.

Selama ini, setiap bulan tercatat ada sekitar 100 juta orang yang menonton video Vine, dan ada sekitar 1,5 miliar video loop yang diunggah ke Vine. Mulai dari perayaan, gol, serta sorotan dalam pertandingan tertentu, dibagikan dalam bentuk loop singkat melalui Vine.

Meski demikian, sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Guardian, Jumat (28/10/2016), jumlah pengguna Vine, secara bertahap dan perlahan, terus berkurang. Tahun ini, bahkan tercatat ada penurunan pengguna sekitar 10 juta orang.

Pengguna Vine tak perlu khawatir soal penutupan ini. Pasalnya, perusahaan berjanji bahwa aplikasi, website atau berbagai video singkat yang telah diunggah ke platform Vine, masih bisa diakses untuk sementara waktu ini.

“Hari ini, tak ada yang akan terjadi pada aplikasi, web atau Vines milik Anda. Kami menghargai Anda dan Vines yang selama ini diunggah, karen itu kami akan melakukan hal yang benar,” tulis pernyataan resmi Vine dalam blog perusahaan.

“Anda akan tetap bisa mengakses dan mengunduh Vines milik Anda. Kami pun akan terus mempertahankan web agar bisa tetap online,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, saat ini Twitter memang tengah berjuang keras untuk memulihkan kondisi keuangannya. Salah satu jalan yang mereka tempuh adalah mengurangi jumlah tenaga kerja.

Penutupan Vine di iOS dan Android pun bisa jadi terkait hal itu. Pasalnya, selama ini Vine menggunakan aplikasi terpisah, sehingga perlu perawatan dan tim khusus.

Berapa Harga MacBook Pro Generasi Terbaru?

Apple resmi merilis MacBook Pro generasi terbaru dalam sebuah acara bertajuk “Hello Again” di Cupertino, AS, Kamis (27/10/2016) waktu setempat.

Seperti biasanya, MacBook Pro baru ini hadir dalam dua pilihan bentang layar, yakni 13 inci dan 15 inci. Keduanya dilengkapi dengan fitur terbaru MacBook Pro, Touch Bar dan Touch ID.

Selain itu, ada satu varian MacBook Pro lagi yang tidak dibekali dengan kedua fitur baru tersebut. Varian yang satu ini juga memiliki layar berbentang 13 inci.

Berikut harga MacBook Pro baru yang KompasTekno rangkum dari situs resmi Apple, Jumat (28/10/2016).

MacBook Pro 13 inci tanpa Touch Bar

Varian termurah dari MacBook Pro baru ini dijual dengan harga 1.499 dollar AS atau sekitar Rp 19,5 juta.

Secara mendetail, model yang satu ini dilengkapi layar 13,3 inci dengan dukungan resolusi hingga 1.680 x 1.050 piksel.

Dari segi “jeroan”, MacBook Pro ini dilengkapi prosesor Intel Core i5 2,0 GHz dual-core, grafis Intel Iris 540, RAM 8 GB, media penyimpanan SSD 256 GB, dan port USB Type-C. Tidak ada Touch Bar dan Touch ID di model tersebut.

MacBook Pro 13 inci dengan Touch Bar

Model berikutnya dilengkapi juga dengan layar 13 inci. Tetapi sudah dibekali dengan Touch ID dan Touch Bar. Varian 13 inci dengan dua fitur baru tersebut dijual dengan harga 1.799 dollar AS atau sekitar Rp 23,5 juta (penyimpanan 256 GB) dan 1.999 dollar AS atau sekitar Rp 26 juta.

Spesifikasinya sendiri terdiri dari layar 13,3 inci (1.680 x 1.050), prosesor Intel Core i5 2,9 GHz dual-core, grafis Intel Iris 550, SSD 256 GB/512 GB, dan USB Type-C.

MacBook Pro 15 inci

Model termahal memiliki layar 15,4 inci dengan dukungan resolusi 1.920 x 1.200. Ia bakal dijual dalam dua pilihan, yakni 2.399 dollar AS atau sekitar Rp 31,3 juta (penyimpanan 256 GB) dan 2.799 dollar AS atau sekitar Rp 36,5 juta (penyimpanan 512 GB).

Spesifikasi di antara dua media penyimpanan sedikit berbeda, di mana versi 256 GB dilengkapi prosesor Intel Core i7 2,6 GHz quad-core, grafis Radeon Pro 450, RAM 16 GB, dan port USB Type-C.

Sedangkan, versi 512 GB dilengkapi prosesor Intel Core i7 2,7 quad-core, grafis Radeon Pro 455, RAM 16 GB, dan port USB Type-C.

Waktu kehadiran ketiga varian laptop itu bervariasi. MacBook Pro generasi baru dengan harga termurah sudah mulai tersedia hari ini di AS.

Sedangkan dua model berikutnya baru akan hadir dalam 2 hingga 3 minggu ke depan. Belum ada kabar kapan ketiganya hadir di Indonesia.