Berapa Harga MacBook Pro Generasi Terbaru?

Apple resmi merilis MacBook Pro generasi terbaru dalam sebuah acara bertajuk “Hello Again” di Cupertino, AS, Kamis (27/10/2016) waktu setempat.

Seperti biasanya, MacBook Pro baru ini hadir dalam dua pilihan bentang layar, yakni 13 inci dan 15 inci. Keduanya dilengkapi dengan fitur terbaru MacBook Pro, Touch Bar dan Touch ID.

Selain itu, ada satu varian MacBook Pro lagi yang tidak dibekali dengan kedua fitur baru tersebut. Varian yang satu ini juga memiliki layar berbentang 13 inci.

Berikut harga MacBook Pro baru yang KompasTekno rangkum dari situs resmi Apple, Jumat (28/10/2016).

MacBook Pro 13 inci tanpa Touch Bar

Varian termurah dari MacBook Pro baru ini dijual dengan harga 1.499 dollar AS atau sekitar Rp 19,5 juta.

Secara mendetail, model yang satu ini dilengkapi layar 13,3 inci dengan dukungan resolusi hingga 1.680 x 1.050 piksel.

Dari segi “jeroan”, MacBook Pro ini dilengkapi prosesor Intel Core i5 2,0 GHz dual-core, grafis Intel Iris 540, RAM 8 GB, media penyimpanan SSD 256 GB, dan port USB Type-C. Tidak ada Touch Bar dan Touch ID di model tersebut.

MacBook Pro 13 inci dengan Touch Bar

Model berikutnya dilengkapi juga dengan layar 13 inci. Tetapi sudah dibekali dengan Touch ID dan Touch Bar. Varian 13 inci dengan dua fitur baru tersebut dijual dengan harga 1.799 dollar AS atau sekitar Rp 23,5 juta (penyimpanan 256 GB) dan 1.999 dollar AS atau sekitar Rp 26 juta.

Spesifikasinya sendiri terdiri dari layar 13,3 inci (1.680 x 1.050), prosesor Intel Core i5 2,9 GHz dual-core, grafis Intel Iris 550, SSD 256 GB/512 GB, dan USB Type-C.

MacBook Pro 15 inci

Model termahal memiliki layar 15,4 inci dengan dukungan resolusi 1.920 x 1.200. Ia bakal dijual dalam dua pilihan, yakni 2.399 dollar AS atau sekitar Rp 31,3 juta (penyimpanan 256 GB) dan 2.799 dollar AS atau sekitar Rp 36,5 juta (penyimpanan 512 GB).

Spesifikasi di antara dua media penyimpanan sedikit berbeda, di mana versi 256 GB dilengkapi prosesor Intel Core i7 2,6 GHz quad-core, grafis Radeon Pro 450, RAM 16 GB, dan port USB Type-C.

Sedangkan, versi 512 GB dilengkapi prosesor Intel Core i7 2,7 quad-core, grafis Radeon Pro 455, RAM 16 GB, dan port USB Type-C.

Waktu kehadiran ketiga varian laptop itu bervariasi. MacBook Pro generasi baru dengan harga termurah sudah mulai tersedia hari ini di AS.

Sedangkan dua model berikutnya baru akan hadir dalam 2 hingga 3 minggu ke depan. Belum ada kabar kapan ketiganya hadir di Indonesia.

Iklan

Apple Hapus MacBook Air 11 Inci

Apple secara diam-diam menghentikan penjualan dan produksi (discontinued) MacBook Air 11 inci. Keputusan tersebut diambil setelah dirilisnya rangkaian MacBook Pro dan MacBook Air baru.

Dalam acara “Hello Again”, Kamis (27/10/2016), Apple tidak secara terang-terangan menyebutkan telah “menghapus” MacBook Air 11 inci dari peredaran. Akan tetapi, informasi dan penjualan laptop yang satu ini telah menghilang dari situs resmi Apple.

Hal tersebut yang mengindikasikan Apple telah menghentikan produksi MacBook Air 11 inci. Selain itu, dalam acara yang sama, Apple hanya mengenalkan update minor MacBook Air dengan ukuran layar 13 inci.

Tidak ada lagi MacBook Air 11 inci baru. MacBook Air 11 inci ini sebelumnya dikenal sebagai laptop tipis dan ringan yang dimiliki oleh Apple.

Dikutip KompasTekno dari Apple Insider, Jumat (28/10/2016), Phil Schiller selaku Senior VP of Worldwide Marketing Apple, dalam presentasinya selalu membandingkan MacBook Pro baru dengan MacBook Air.

Schiller menyebut MacBook Pro baru itu memiliki bobot yang sama ringan dengan MacBook Air, bahkan sedikit lebih ringkas ukurannya.

Schiller pun membujuk agar pengguna MacBook Air beralih ke MacBook Pro 13 inci yang baru dikenalkan itu.

Di akhir presentasinya, Schiller menampilkan tiga foto lini MacBook Pro baru yang dikenalkan Apple, serta lini MacBook ukuran layar 12 inci yang baru berumur 8 bulan.

Pesan tersebut bisa diartikan, fans Apple harus mulai melupakan model-model MacBook lain yang tidak ditampilkan malam itu, yakni MacBook Air 11 inci.

Namun demikian, MacBook Air ukuran 13 inci tetap didukung Apple. Hal ini terbukti dengan upgrade minor yang diberikan Apple, seperti RAM yang digandakan dari semula 4 GB menjadi 8 GB.

Untuk saat ini, MacBook Air 13 inci dijual dengan 999 dollar AS untuk varian penyimpanan 128 GB, dan 1.199 dollar AS untuk varian penyimpanan 256 GB. Apple akan tetap menjual varian ini, walau belum ditentukan sampai kapan.

Galaxy Note 7 Terbakar, Samsung Tetap Meraja

Bisnis smartphone Samsung rupanya begitu besar. Sehingga penarikan kembali (recall) Galaxy Note 7 yang kolosal pun tak mampu menggoyang posisinya di urutan teratas.

Data kuartal ketiga 2016 dari dua lembaga riset pasar IDC dan Strategy Analytics sama-sama membeberkan bahwa Samsung tetap menjadi pabrikan smartphone terbesar di dunia.

“Dominasi pasar Samsung di kuartal ketiga tak goyah dalam jangka pendek meski ada kejadian recall high-profile Galaxy Note 7. Namun, dampak jangka panjangnya masih harus dilihat,” ujar Melissa Chau, Associate Research Director mobile devices IDC, seperti dirangkum KompasTekno dari Cnet, Jumat (28/10/2016).

Baca: Oppo dan Vivo Rajai China, Geser Huawei dan Xiaomi

Walau demikian, pangsa pasar Samsung di kuartal ini tercatatat menurun.
IDC
Catatan preliminary IDC mengenai lima besar pabrikan smartphone dunia di kuarta 3 2016.
IDC menyebutkan pabrikan asal Negeri Ginseng tersebut memiliki market share 20 persen dengan pengapalan 72,5 juta unit di kuartal ini, turun dari 23,3 persen dengan 83,8 juta unit di kuartal yang sama tahun lalu.

Apple, rival berat Samsung yang duduk di posisi kedua, juga mengalami penurunan pangsa pasar dari 13,4 persen setahun lalu menjadi 12,5 persen.

Urutan-urutan berikutnya di daftar 5 besar pabrikan smartphone dunia dikuasai oleh tiga vendor China, yakni Huawei, Oppo dan Vivo.

Dari ketiganya, Oppo mencatat pertumbuhan tertinggi, sebesar 121,6 persen. Pengapalannya meningkat dari 11,4 juta unit pada kuartal-III 2015 (3,2 persen market share) menjadi 25,3 juta unit pada kuartal-III 2016 (7 persen market share).

Lebih Dekat dengan Android Moto E3 Power

“Moto is back”, begitu bunyi slogan acara peluncuran smartphone Android Moto E3 Power yang digelar di Jakarta, Rabu (26/10/2016) kemarin. Moto E3 memang menandai kembalinya smartphone besutan Motorola ke pasaran Tanah Air setelah sempat absen beberapa tahun.

Kali ini, Motorola datang bersama Lenovo selaku pemilik baru yang mengakuisisi unit ponsel perusahaan tersebut pada Oktober 2014 lalu. Ponsel-ponsel bermerek Moto pun akan dijual oleh Lenovo Indonesia, berdampingan dengan ponsel besutannya sendiri, seperti seri Vibe.

Seperti apa produk Moto perdana di Indonesia ini? KompasTekno sempat menggenggam dan memotret Moto E3 Power dalam debutnya di Jakarta. Berikut ulasan singkatnya.

Desain

Moto E3 Power adalah salah satu varian seri ponsel Moto E3 yang khusus dipasarkan di wilayah Asia Pasifik. Selain Indonesia, beberapa negara lain seperti India, Thailand, dan Vietnam telah lebih dulu didatangi Moto E3.

Sesuai namanya, fitur andalan Moto E3 Power adalah baterai berkapasitas 3.500 mAh yang mendukung fitur rapid charging. Lenovo memaketkan charger khusus dengan keluaran daya 10 watt yang diklaim sanggup memberikan ketahanan baterai selama 5 jam setelah pengisian selama hanya 15 menit.

Baca: Moto E3 Power Hanya Dijual Online di Indonesia

Tampilan muka Moto E3 Power didominasi layar berukuran 5 inci (1.280 x 720 piksel) yang dikelilingi bingkai hitam mengilap berukuran cukup tebal. Sepasang grill speaker mengapit layar di sisi atas dan bawah. Sebuah kamera depan 5 megapixel bertengger di salah satu pojokan.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Tampak depan dan belakang Moto E3 Power.

Seperti biasa, tombol daya dan pengatur volume bisa ditemukan di sisi kanan dalam baris yang sama. Tidak ada laci SIM card atau micro-SD karena Moto E3 Power memang tidak mengusung konsep unibody, alias penutup belakang serta baterai bisa dilepas.

Colokan audio 3,5 mm bisa ditemukan di sisi atas, sementara bagian bawah memuat konektor micro USB untuk keperluan charging dan transfer data.
Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Sisi atas dan bawah Moto E3 Power
Bagian punggung Moto E3 Power terbuat dari bahan plastik tipis bertekstur bintik-bintik kecil supaya terasa kesat dan tidak licin, dengan logo Motorola di bawah modul kamera utama 8 megapiksel dan LED flash.

Sisi belakang yang ternyata berupa cover ini bisa dilepas untuk mengakses kompartemen baterai serta dua slot micro-SIM card dan satu micro SD. Baterai tadi pun bisa dicopot dan diganti.

Moto E3 Power mendukung koneksi data melalui jaringan 4G yang tersedia di Indonesia melalui beberapa band TDD dan FDD. Adapun kapasitas kartu memori micro SD yang didukung mencapai 32 GB.
Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Cover belakang Moto E3 Power bisa dibuka untuk mengakses baterai.
Sistem operasi

Moto E3 Power memiliki prosesor quad-core MediaTek MT6735P berkecepatan 1 GHz yang dipadu RAM 2 GB dan media penyimpanan internal berkapasitas 16 GB.

Jeroan hardware itu menjalankan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow yang tampil polos tanpa dihiasi custom UI layaknya pabrikan-pabrikan smartphone lain.
Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Beberapa tampilan OS Android 6.0 Marshmallow pada Moto E3 Power
Navigasi dijalankan melalui trio tombol home, back, dan recent apps yang menyatu dengan tampilan sistem operasi (on-screen). Di sisi bawah terdapat app drawer yang menyimpan daftar semua aplikasi di ponsel.

Tahan air

Meski tidak datang dengan sertifikasi IP (International Protection Marking) yang biasanya mengindikasikan ketahanan suatu perangkat terhadap debu dan air, Motorola mengklaim bahwa Moto E3 Power memiliki kapabilitas tersebut.

Seperti ponsel Moto sebelumnya, perangkat ini memiliki predikat “splash resistant” yang berarti tahan air dengan paparan yang ringan, seperti hujan rintik-rintik dan cipratan air.
Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Interface aplikasi kamera Moto E3 Power.
Ketahanan tersebut diwujudkan melalui proses nano-coating yang melapis komponen hardware elektronik internal agar tak rusak saat terpapar air.

Meski demikian, Lenovo tetap menyarankan agar pengguna tidak menceburkan atau merendam perangkat ini ke dalam air dengan sengaja.

Moto E3 Power mulai dijual pada Kamis (27/10/2016) melalui retailer online Lazada Indonesia. Benderolnya dipatok di harga Rp 1.899.000. Belum diketahui kapan perangkat ini bisa diperoleh melalui toko ritel offline.

Layanan Uang Digital Telkomsel Dipakai di Lingkungan ESQ

Telkomsel bekerja sama dengan ESQ menyediakan solusi layanan komunikasi terpadu bagi para anggota komunitas ESQ. Layanan uang digital Tcash juga bakal dipakai pelaku usaha kecil menengah (UKM) di lingkungan ESQ Tower.

Telkomsel menyediakan paket komunikasi gratis agar para karyawan dan mahasiswa yang tergabung dalam ESQ Group dapat saling berkomunikasi melalui telepon dan SMS, maupun menggunakan layanan data dengan nyaman.

Sementara para pelaku UKM di lingkungan ESQ Tower dapat berperan sebagai merchant Tcash, di mana seluruh transaksi jual beli dilakukan melalui layanan keuangan digital tersebut.

Selain itu, para wirausahawan yang bergerak di bidang kuliner tersebut juga dibimbing menjadi agen untuk melayani berbagai kebutuhan pelanggan, seperti cash in dan cash out di akun Tcash, proses upgrade kartu 4G LTE, dan sebagainya.

Beberapa tahun terakhir perkembangan bisnis yang dilakukan oleh pelaku UKM memang semakin mengarah ke pasar modern dan global sehingga dukungan teknologi informasi dan komunikasi menjadi sangat diperlukan oleh segmen UKM.

“Untuk mendukung kesuksesan UKM, kami menyediakan solusi layanan keuangan digital,” kata Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Jumat (28/10/2016).

Kami berupaya memperkuat UKM agar bisa go digital dengan memanfaatkan TCASH sebagai layanan pembayaran secara mobile,” imbuh Mas’ud.

Telkomsel juga menghadirkan layanan isi ulang pulsa dan penjualan kartu perdana 4G LTE di Medina Cafe dan Medina Canteen yang berlokasi di ESQ Tower.

Ke depannya, ESQ Tour & Travel juga dirangkul untuk berperan sebagai agen penyedia layanan roaming internasional Telkomsel.

MagSafe, Ciri Khas MacBook yang Kini Dihilangkan Apple

Salah satu detil kecil yang membuat MacBook unik dan menarik adalah MagSafe, konektor berbahan magnet yang berfungsi sebagai pengisi daya baterai. Malangnya, fitur ciri khas MacBook itu kini justru dihapus oleh Apple.

MagSafe menghubungkan kabel pengisian daya ke MacBook dengan memanfaatkan magnet. Fitur ini membuat kabel bisa bertengger dengan kuat dan stabil saat mengisi daya, namun gampang lepas.

Dengan demikian, MagSafe berguna melindungi kabel charger dan port pengisian Anda dari kerusakan yang terjadi akibat sentakan mendadak.

Misalnya saat kabel charger yang terpasang di MacBook itu tak sengaja tersangkut kaki Anda, maka MagSafe membuat kabel lepas dengan mudah, tanpa merusak port laptop Anda.

Sayangnya, sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Verge, Jumat (28/10/2016), Apple benar-benar membunuh fitur MagSafe dan menggantinya dengan port USB-C di MacBook terbaru.

MacBook 2015 dan tiga varian MacBook Pro terbaru sama sekali tak menggunakan MagSafe. Hanya ada port USB-C biasa untuk berbagai keperluan, mulai dari mengisi daya hingga memindahkan data.

Sebagai ganti MagSafe, Apple memang memberikan empat port USB-C yang seluruhnya bisa dipakai untuk mengisi daya. Hal ini tentu merupakan fitur yang praktis dan menarik, namun tentu saja berbeda.

Seperti diketahui, konektor pengisian daya cenderung mengunci port USB-C. Artinya, konektor tersebut melekat lebih erat ketimbang MagSafe. Ketika tanpa sengaja pengguna menyentak kabel pengisian daya, bisa jadi konektor tersebut tetap terpasang erat dan laptop justru ikut tersentak.

Tapi pengguna tak perlu bingung. Bila masih menginginkan MagSafe, setidaknya fitur yang mirip dengannya, masih ada perusahaan di luar Apple yang merilis MagSafe untuk USB-C.

Bentuk alat tambahan ini mungkin kurang elegan karena memberikan tonjolan tambahan di port pengisian daya. Namun setidaknya bisa berfungsi sebagaimana MagSafe pada MacBook lawas.